Mari membangun sinergitas bersama dalam memajukan kehidupan remaja Indonesia.
Bagikan sumber hasil penelitian, pengalaman, dan cerita.

Lies Marcoes

Sebagai peneliti isu-isu gender, saya sering kesulitan menerjemahkan hasil penelitian ke dalam media yang lebih bisa dibaca bagi remaja. Hadirnya AKSI Jaringan Remaja Perempuan ini sangat membantu mengatasi kesulitan itu.

Lies MarcoesDirektur Rumah KitaB
A.D Eridani

Banyak jaringan yang bicara tentang pernikahan anak, tetapi dalam jaringan ini memiliki kekhasan yang dilihat dari segi agama, terutama agama Islam.

A.D EridaniPerkumpulan Rahima
Klik pada judul untuk memilih peta berdasarkan jenis informasi.
  • Peta Data Pendidikan Indonesia

    Peta data ini memvisualisasikan presentase data anak perempuan seusia SMP dan SMA yang bersekolah di setiap provinsi di Indonesia. Data ini bukan data resmi dari BPS, namun diambil dari kalkulasi data set Susenas 2016 menggunakan format laporan SDG. Anda dapat mengklik setiap titik Provinsi untuk mendapatkan informasi presentase.

  • Peta Data Perkawinan Anak

    Peta data ini memvisualisasikan presentase data anak perempuan berumur 20-24 tahun yang telah melahirkan sebelum berumur 18 di Indonesia. Data ini diambil berdasarkan perhitungan internal oleh UNICEF mengambil data set dari Susenas 2016. Anda dapat mengklik setiap nama Provinsi untuk mendapatkan informasi presentase.

  • Peta Data Stunting

    Peta data ini memvisualisasikan presentase data Stunting anak-anak di bawah usia 5 tahun di Indonesia. Data diambil dari Riskesdas 2013. Anda dapat mengklik setiap nama Provinsi untuk mendapatkan informasi presentase.

  • Peta Data Kehamilan Remaja

    Peta data ini memvisualisasikan presentase data kehamilan remaja di Indonesia. Data ini dihitung internal oleh UNICEF Indonesia menggunakan dataset Susenas 2016. Anda dapat mengklik setiap nama Provinsi untuk mendapatkan informasi presentase.

Halaman Resource adalah halaman yang menampilkan berbagai file hasil berbagi seluruh anggota jaringan berupa;

  • Dokumen,
  • Film,
  • Gambar,
  • Video,
  • Buku, dll.

Bertujuan berbagi pengalaman, praktik baik, hasil penelitian; mengadopsi metode dan tool kecakapan, mengembangkan solusi inovatif; berkoordinasi dalam upaya intervensi untuk membangun sinergi, mengimplementasikan upaya penghapusan segala bentuk perlakukan pembedaan terhadap anak perempuan akibat prasangka gender.

Anggota jaringan terdiri dari berbagai lembaga/organisasi yang bergerak dalam upaya penguatan jaringan untuk pemberdayaan anak perempuan dengan memenuhi seluruh hak-haknya terlepas dari apapun latarbelakang, keadaan fisik, agama, budaya, sosial, dan ekonominya. Upaya itu dikembangkan melalui berbagai penelitian, pengorganisasian dan advokasi dalam isu remaja perempuan dalam bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perkawinan Anak.

Isu perkawinan anak merupakan tema kampanye dan advokasi saat ini, karena isu itu menjadi persoalan paling menonjol terkait pelanggaran hak-hak anak perempuan untuk hidup sehat, bermartabat, dan berdaya.

  • Definisi

    Jaringan Aksi Perempuan Remaja, Sehat, Aktif, Berdaya dan Inspiratif, Jaringan para pemerhati, peneliti, pelaku advokasi, pendamping remaja dan remaja itu sendiri yang peduli  pada remaja perempuan Indonesa melalui kegiatan jaringan

  • Visi

    Tercapainya remaja perempuan Indonesia yang berdaya dan mendapatkan hak untuk menentukan kehidupannya yang lebihbaik, sehat dan bermartabat

  • Misi

    1)      Memperkuat kapasitas anggota jaringan dalam rangka mendukung remaja perempuan untuk memahami haknya dan terlibat dalam segala proses pengambilan keputusan yang berdampak pada hidupnya.

    2)      Mendukung terciptanya lingkungan kelembagaan untuk pemenuhan hak remaja perempuan dalam rangka mencapai potensi maksimalnya

  • Strategi Jaringan

    1)      Melakukan penguatan kapasitas anggota jaringan, dan dengan cara itu Jaringan memiliki kemampuan dalam: a) Pengorganisasian remaja, b) Advokasi untuk remaja, c) Berjejaring dengan stakeholders (media,pemerintah dan pihak-pihak berpengaruh pada pemenuhan kesejahteraan remaja) 

    2)      Mendukung dan memonitor upaya-upaya pengakuan, pemenuhan, dan perlindungan hak remaja perempuan yang dilakukan oleh pengambil kebijakan.

    3)      Melakukan peningkatan kesadaran masyarakat agar proaktif terhadap pengakuan, pemenuhan, dan perlindungan hak remaja perempuan.