Mari membangun sinergitas bersama dalam memajukan kehidupan remaja Indonesia.
Bagikan sumber hasil penelitian, pengalaman, dan cerita.

Lies Marcoes

Sebagai peneliti isu-isu gender, saya sering kesulitan menerjemahkan hasil penelitian ke dalam media yang lebih bisa dibaca bagi remaja. Hadirnya AKSI Jaringan Remaja Perempuan ini sangat membantu mengatasi kesulitan itu.

Lies MarcoesDirektur Rumah KitaB
A.D Eridani

Banyak jaringan yang bicara tentang pernikahan anak, tetapi dalam jaringan ini memiliki kekhasan yang dilihat dari segi agama, terutama agama Islam.

A.D EridaniPerkumpulan Rahima

Komunitas Remaja

Peta Interaktif

1

Perjuangan perempuan korban perkawinan anak dalam membangun kuasa atas tubuh dan hidup

Regina Kolosa || Kajian Gender UI

Desa Ciasihan, Jawa Barat

2

Eight child marriage stories: Dampak buruk perkawinan anak

|| ARI

Desa Ciasihan, Jawa Barat

3

Yatim Piatu Sosial di Negeri Seribu Mesjid

Penulis
Lies Marcoes
Fadilla Dwianti Putri

Penerbit
Yayasan Rumah Kita Bersama

Tahun
2016

5

Judul
Demi Menjaga Kesucian

Penulis
Roland Gunawan

Editor
Lies Marcoes

Tahun
2016

Penerbit
Yayasan Rumah Kita Bersama

7

Judul
Anak Perempuan dalam Ruang yang Terampas

Penulis
Nurhady Sirimorok

Penerbit
Yayasan Rumah Kita Bersama

Tahun
2016

8

Judul
Cita-Citaku Mangrak Karena Beranak

Penulis
Anis Fahrotul Fuadah

Editor
Lies Marcoes

Tahun
2016

Penerbit
Yayasan Rumah Kita Bersama

9

Judul
Cita-Citaku Mangrak Karena Beranak

Penulis
Anis Fahrotul Fuadah

Editor
Lies Marcoes

Tahun
2016

Penerbit
Yayasan Rumah Kita Bersama

10

Judul
Cita-Citaku Mangrak Karena Beranak

Penulis
Anis Fahrotul Fuadah

Editor
Lies Marcoes

Tahun
2016

Penerbit
Yayasan Rumah Kita Bersama

Resource

Halaman Resource adalah halaman yang menampilkan berbagai file hasil berbagi seluruh anggota jaringan berupa;

  • Dokumen,
  • Film,
  • Gambar,
  • Video,
  • Buku, dll.

Tentang Aksi Jaringan Remaja Perempuan

Bertujuan berbagi pengalaman, praktik baik, hasil penelitian; mengadopsi metode dan tool kecakapan, mengembangkan solusi inovatif; berkoordinasi dalam upaya intervensi untuk membangun sinergi, mengimplementasikan upaya penghapusan segala bentuk perlakukan pembedaan terhadap anak perempuan akibat prasangka gender.

Anggota jaringan terdiri dari berbagai lembaga/organisasi yang bergerak dalam upaya penguatan jaringan untuk pemberdayaan anak perempuan dengan memenuhi seluruh hak-haknya terlepas dari apapun latarbelakang, keadaan fisik, agama, budaya, sosial, dan ekonominya. Upaya itu dikembangkan melalui berbagai penelitian, pengorganisasian dan advokasi dalam isu remaja perempuan dalam bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perkawinan Anak.

Isu perkawinan anak merupakan tema kampanye dan advokasi saat ini, karena isu itu menjadi persoalan paling menonjol terkait pelanggaran hak-hak anak perempuan untuk hidup sehat, bermartabat, dan berdaya.

  • Definisi

    Jaringan Aksi Perempuan Remaja, Sehat, Aktif, Berdaya dan Inspiratif, Jaringan para pemerhati, peneliti, pelaku advokasi, pendamping remaja dan remaja itu sendiri yang peduli  pada remaja perempuan Indonesa melalui kegiatan jaringan

  • Visi

    Tercapainya remaja perempuan Indonesia yang berdaya dan mendapatkan hak untuk menentukan kehidupannya yang lebihbaik, sehat dan bermartabat

  • Misi

    1)      Memperkuat kapasitas anggota jaringan dalam rangka mendukung remaja perempuan untuk memahami haknya dan terlibat dalam segala proses pengambilan keputusan yang berdampak pada hidupnya.

    2)      Mendukung terciptanya lingkungan kelembagaan untuk pemenuhan hak remaja perempuan dalam rangka mencapai potensi maksimalnya

  • Strategi Jaringan

    1)      Melakukan penguatan kapasitas anggota jaringan, dan dengan cara itu Jaringan memiliki kemampuan dalam: a) Pengorganisasian remaja, b) Advokasi untuk remaja, c) Berjejaring dengan stakeholders (media,pemerintah dan pihak-pihak berpengaruh pada pemenuhan kesejahteraan remaja) 

    2)      Mendukung dan memonitor upaya-upaya pengakuan, pemenuhan, dan perlindungan hak remaja perempuan yang dilakukan oleh pengambil kebijakan.

    3)      Melakukan peningkatan kesadaran masyarakat agar proaktif terhadap pengakuan, pemenuhan, dan perlindungan hak remaja perempuan.